Sabtu, Januari 28, 2023
Google search engine

Dosen Sekolah Vokasi IPB Ajarkan Penerapan Hidroponik dan Vertikultur untuk Mendukung Pencapaian SDG’s

Berkaitan 17 program Sustainable Development Goals (SDG’s) untuk mengakhiri kemiskinan, mengakhiri kelaparan, air bersih dan sanitasi, aksi perubahan iklim, akses energi, kota berkelanjutan, peningkatan kualitas gender, akses energi, produksi dan konsumsi berkelanjutan, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak, mengurangi ketimpangan dan kemitraan menjadi fokus dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Program SDG’s ini ditujukan terutama pada kelompok yang dianggap rentan mengalami masalah sosial.

Program Sustainable Development Goals (SDG’s) pada beberapa poin, terutama mengenai mengatasi masalah kemiskinan, mengakhiri kelaparan mengurangi ketimpangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya selaras dengan program kebijakan sosial yang ada di Indonesia, dan IPB University dengan program pengabdian masyarakat berupaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Tahun 2022 ini, tema yang diusung oleh IPB University adalah Enriched and Empowered Society. IPB University dan segenap civitas akademikanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak seluas-luasnya ke masyarakat. Diantara program unggulan seperti Dosen Pulang Kampung, ada juga Dosen Mengabdi Regular di lingkar kampus IPB dan Mahasiswa Mengabdi Wiramuda.

Salah satu tim yang melakukan pengabdian masyarakat yakni dosen-dosen Sekolah Vokasi IPB University dengan ketua tim Liisa Firhani Rahmasari, SP., M.Si, dan anggota tim Muh Faturokhman, S.Pt., M.Si, Hendri Wijaya, STP., M.Si, serta Undang, SP., M.Si menyasar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat, Kota Bogor dengan programnya berupa pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Vertikultur. Program ini juga didampingi oleh salah satu penyuluh di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Imam Hanafi, SP.

Tidak hanya anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri dan Balita Darrussholihat, kota Bogor, namun tim juga memperkenalkan Teknologi Hidroponik dan Vertikultur pada pengurus, pengelola, pengasuh, dan pendamping Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat. Bila sebelumnya anak-anak tidak banyak memahami dan mengetahui teknis bagaimana budidaya hidroponik sederhana dan vertikultur, mereka sangat antuasias mempelajari, dan bertanya mengenai teknologi budidaya ini. Anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat juga diajarkan cara menyemai pada rockwol, memelihara hingga panen.

Liisa Firhani, SP, M.Si Selaku ketua Tim menyampaikan bahwa tim Dosen IPB senentiasa melakukan pendampingan dan bimbingan terkait pascapanen mulai dari bagaimana menghitung biaya usaha tani, melakukan pemasaran dan pengolahan sayuran organik menjadi berbagai macam, salah satunya minuman smoothies sayur yang tidak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, namun dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemasukan operasional panti asuhan kedepan.

Lebih lanjut Undang, SP., M.Si menyampaikan bahwa anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat yang awalnya tidak terlalu menyukai sayuran, namun dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang baru ternyata menarik bagi mereka, terlihat dari antusiasme mereka untuk mencoba dan memberi berbagai macam respon. Yang menarik adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mereka terkait dasar budidaya tanaman, pentingnya dan manfaat mengonsumsi sayur bagi kesehatan mereka, serta tingginya kepedulian mereka untuk memelihara tanaman yang yang mereka semai sendiri, demikian disampaikan oleh Undang SP, M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Muh Faturokhman, S.Pt, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini pada anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri dan Balita Darrussholihat. Selain itu, Anak-anak perlu mengetahui bahwa sumber pangan yang selama ini mereka konsumsi seperti beras, sayuran, daging dan lain-lain merupakan komoditas pangan yang dihasilkan melalui proses budidaya yang tidak sederhana dalam proses produksinya, sehingga mereka akan lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi, demikian paparan yang disampaikan oleh M Faturokhman. (LFR)

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments