Kamis, Desember 8, 2022
Google search engine

Jokowi Ingatkan Capres-Cawapres 2024, Hindari Politik Identitas

Penulis:Ujang Nana

POLITIK, Topinfo.id: Presiden Jokowi mengingatkan capres-cawapres 2024 mendatang, untuk hindari politik identitas. Jokowi menegaskan, politik identitas berbahaya bagi Indonesia.

Tentu, sebaiknya kepada capres-cawapres untuk hindari politik identitas dan politisasi agama serta SARA, karena dianggap akan mengganggu kerukunan masyarakat Indonesia.

“Hindari politik identitas. Lakukan politik dengan gagasan dan politik ide. Tapi jangan masuk ke politik SARA. Apalagi politisasi agama atau politik identitas, jangan,” ungkap Jokowi saat memberikan sambutan pada Munas HIPMI 2022 di Solo, Senin (21/11/2022).

“Hal tersebut, sangat berbahaya. Bagi negara seperti Indonesia yang sangat beragam,” ujar Presiden.

Kepala Negara pun meminta agar perdebatan yang kelak dilakukan capres dan cawapres merupakan perdebatan ide dan gagasan. Supaya berorientas untuk membangun bangsa. Bukan malah menjadi perdebatan yang justru membuat situasi politik panas.

“Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada para capres dan cawapres. Untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter anget dikit. Syukur-syukur bisa adem,” ungkap Jokowi.

“Debat silahkan, debat gagasan, debat ide. Agar mampu membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas, apalagi membawa politik-politik SARA. Tidak, jangan politisasi agama. tidak, jangan. Setuju? Politisasi agama jangan.” tegas Jokowi.

Pesan Jokowi Untuk Capres Cawapres 2024

Presiden menyampaikan bahwa politisasi agama akan membawa dampak negatif. Bahkan, dampak tersebut, akan dirasakan rakyat dalam waktu lama. Selain pesan soal situasi politik. Jokowi juga menitipkan pesan terkait situasi global, kepada para capres dan cawapres 20214 mendatang. Dalam situasi global yang serba tidak pasti. Jokowi meminta agar kontestasi pilpres mendatang tidak memanas.

“Saya titip dalam kondisi dunia yang sangat rentan seperti ini. Kita harus semua menjaga agar kondusiv. Supaya situasi politik itu tetap adem kalau bisa. Kalau enggak bisa paling banter ya anget jangan panas. Karena situasi dunia hari ini sedang tidak normal,” kata Jokowi.

“Saya sudah menyampaikan berkali-kali, 14 negara sudah masuk dalam posisi menjadi pasiennya IMF. Tahun 97 98, itu hanya 5 negara itu sudah geger. Ini sudah 14 negara masuk menjadi pasiennya IMF. Dan 28 negara ngantri di depan pintunya IIMF lagi. Diperkirakan sampai angka 66,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments