Berita Utama

Minggu, 14 April 2024
Minggu, April 14, 2024
spot_img

Pemain Naturalisasi yang Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Olahraga, Topinfo: Sebanyak 8 pemain naturalisasi yang sayang tak pernah dipanggil ke timnas Indonesia akan kita ulas di sini.

Program naturalisasi pemain asing merupakan salah satu cara PSSI untuk memantapkan prestasi Timnas Indonesia yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010.
Program naturalisasi pemain asing Timnas Indonesia dimulai dari Cristian Gonzales, Marc Klok, sampai Rafael Struick.

Setidaknya ada puluhan pemain naturalisasi yang bersedia berganti kewarganegaraan untuk mewakili timnas Indonesia di kancah internasional.

Sayangnya, impian sebagian orang harus terkubur setelah menjadi warga negara Indonesia (WNI). Setidaknya ada lima pemain yang akhirnya tak mendapat panggilan masuk skuad Timnas Indonesia usai dinaturalisasi.

Berikut 5 pemain naturalisasi yang sayangnya tidak pernah dipanggil ke Timnas Indonesia:

1. Herman Dzumafo (Naturalisasi 2017)

Pemain Herman Dzumafo Epandi lahir di Kamerun pada 21 Februari 1980. Striker yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 2017 itu saat ini masih aktif bermain untuk klub Liga 2 2023-2024 Persela Lamongan.

Herman Dzumafo menjadi warga negara Indonesia setelah sepuluh tahun berkarir di Indonesia atau sejak tahun 2007 saat bermain untuk PSPS Pekanbaru, Arema FC, Persib Bandung, Pesela Lamongan dan Bhayangkara FC. Meski tampil bagus di level klub, Herman tidak pernah dipanggil ke timnas Indonesia.

2. Silvio Escobar (2019)

Sílvio Escobar Benitez lahir pada tanggal 18 Juli 1986 di Paraguay. Sama seperti Herman Dzumafo, ia saat ini aktif bermain sebagai penyerang klub Liga 2 2023-2024 Persela Lamongan.

Escobar masuk Islam pada tahun 2015. Ia menikah dengan wanita Indonesia, Merry Marsita, pada tahun 2016.

Orang asing yang menikah secara sah dengan warga negara Indonesia menjadi salah satu kriteria yang harus dipenuhi Escobar untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada tahun 2018.

3. Guy Junior Nke Ondoua (2016)

Guy Junior Nke Ondoua merupakan striker asal Kamerun yang sudah bermain di Indonesia sejak tahun 2005. Ia pernah membela beberapa klub besar Tanah Air seperti PSM Makassar, Madura United, dan PSS Sleman.

Pada tahun 2016, Guy Junior memutuskan menjadi warga negara Indonesia. Namun performa apiknya bersama klub-klub di Liga 1 tak membuat pelatih Timnas Indonesia itu tertarik hingga saat ini. Padahal, Guy sendiri bisa bekerja dengan baik saat itu.

4. Mohammadou Al Hadji (2018)

Mohammadou Al Hadji Adamou, lahir 26 November 1986 di Kamerun, adalah mantan pemain sepak bola yang berposisi sebagai bek tengah. Namun pada 31 Januari 2018, ia resmi menjadi WNI setelah melalui proses naturalisasi.

Mohammadou Al Hadji membela beberapa klub Indonesia seperti Persik Kediri, PSMS Medan dan Barito Putera. Namun bek kelahiran Nanga Eboko, Kamerun itu hingga kini tak pernah menarik perhatian pelatih timnas Indonesia.

5. Fabiano Beltrame (2019)

Fabiano Da Rosa Beltrame lahir pada tanggal 29 Agustus 1982 di Brasil. Pemain yang berposisi sebagai bek ini dinilai kuat dalam mempertahankan lini pertahanan, kuat dengan bola-bola tinggi, dan penahan kedalaman yang baik. Saat ini ia bermain untuk klub Liga 2 PSBS Biak pada 2023-2024.

Fabiano Beltrame bermain untuk banyak klub papan atas Indonesia seperti Persela Lamongan, Arema, Persija Jakarta, Madura United dan Persib Bandung. Namun, ia belum pernah bermain untuk Timnas Indonesia sejak menjadi WNI pada 2019.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine