Senin, Agustus 8, 2022
Google search engine
BerandaNasionalWabah PMK Meluas, Kementan Rilis Aturan Pemotongan Hewan Qurban

Wabah PMK Meluas, Kementan Rilis Aturan Pemotongan Hewan Qurban

Nasional, Topinfo: Menjelang hari raya Idul Adha, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menetapkan wabah PMK meluas di 19 Provinsi. Untuk itu dalam rangka menanggulangi penyebaran virus PMK tersebut, Kementan mengeluarkan aturan pemotongan hewan qurban.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Pemerintah, melalui Surat Keputusan (SK) BNPB Nomor 47 Tahun 2022 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada beberapa wilayah. Penetapan status tersebut mulai berlaku, sejak tanggal ditetapkannya SK. Pada tanggal 29 Juni 2022 hingga 31 Desember 2022 mendatang.

Disusul oleh Keputusan Menteri Pertanian (Kepmen) nomor 500.1/KTSP/PK.300/M/06/2022 yang didalamnya tercantum, daerah-daerah yang menjadi rawan penyebaran wabah PMK.

Secara keseluruhan ada 19 provinsi yang terdata terjangkit virus PMK. 5 Provinsi masih berkategori sedang diantaranya, Prov. Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

14 provinsi lainya, terkonfirmasi penyakit wabah PMK meluas dengan kriteria jumlah yang tertular sebesar 50% adalah, Prov. Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat.

Kemudian Syahrul Yasin Limpo, selaku Menteri Pertanian mengatakan, wabah virus PMK dapat ditangani. Masyarakat tidak perlu panik, mengingat virus PMK dapat disembuhkan serta tingkat kematiannya relatif rendah, Ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/7/2022).

Syahrul juga menegaskan bahwa, penyakit PMK tidak membahayakan manusia, daging ternak bisa dikonsumsi oleh masyarakat ketika semua protokol pemotongan hewan qurban dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Kemudian Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan aturan pemotongan hewan qurban saat wabah PMK, untuk kelancaran pelaksanaan pemotongan hewan kurban saat Idul Adha. Ketentuan pemotongan hewan qurban tersebut diantaranya;

  • Tempat pemotongan hewan qurban harus disetujui oleh pemerintah daerah setempat.
  • Pemotongan dilaksanakan dalam waktu satu hari.
  • Pemotongan hewan qurban, harus dalam pengawasan dokter hewan
  • Memiliki lahan yang cukup disetai pagar pembatas.
  • Menyediakan fasilitas lokasi penampungan hewan.
  • Menyediakan tempat isolasi secara terpisah untuk hewan sakit.
  • Lokasi pemotongan memenuhi syarat higiene sanitasi.
  • Menyediakan fasilitas dan bahan untuk pembersihan dan disinfeksi.
  • Menyediakan fasilitas air bersih yang cukup.
  • Menyediakan fasilitas perebusan.
  • Menyediakan lubang penampung limbah.
  • Menyediakan area penggalian untuk penguburan bangkai.

Selain dari pada itu Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) akan melakukan langkah solutif dan antisipatif yang akan dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis (UPT) Pertanian di seluruh Indonesia.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP mengatakan, akan mengintruksikan seluruh komponen di bawah BPPSDMP Kementan untuk turun langsung ke lapangan, memberikan edukasi dan pemahaman dalam menangani wabah virus PMK. terutama tenaga medik dan paramedik, untuk lebih berperan aktif, ungkapnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments