asd

Berita Utama

Senin, 22 Juli 2024
Senin, Juli 22, 2024
spot_img

Tim Prabowo & Ganjar Angkat Bicara Soal Film Dirty Vote

NASIONAL, Topinfo.id: Tim Pemenangan Capres Prabowo & Ganjar angkat bicara soal film dokumenter ‘Dirty Vote’ yang menjadi polemik, karena mengungkap kecurangan pemilu 2024.

Diketahui, film yang tayang pada, Minggu (11/2) kemarin bertepatan dengan hari tenang pemilu, menuai banyak dukungan namun ada juga yang tersinggung.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman misalnya. Ia menyebut dokumenter Dirty Vote merupakan film yang berisi fitnah.

Habib pun mempertanyakan kebenaran pakar-pakar hukum yang hadir di film itu. Habib juga menyangsikan dugaan kecurangan yang diarahkan ke Prabowo-Gibran.

“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” kata Habib, Minggu (11/02/2024).

Tuduhan Dalam Film Tidak Benar

Habib menilai film Dirty Vote sengaja dibuat untuk mendegradasi penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia menilai tuduhan-tuduhan yang disampaikan dalam film tersebut tak berdasar.

Kendati demikian, TKN Prabowo-Gibran menurutnya belum akan mengambil langkah hukum. Habib mengatakan TKN sedang fokus menyongsong hari pemungutan suara.

“Jadi, kami cadangkan dulu hak-hak kami untuk melakukan langkah hukum,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Di sisi lain, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menilai temuan yang diungkap dalam film dokumenter tersebut bukan sesuatu yang baru dan sesuai dengan kondisi saat ini.

TPN Ganjar-Mahfud Bersuara

Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis berpendapat film Dirty Vote bisa menjadi pengingat soal maraknya pelanggaran di Pemilu 2024.

“Apa yang ditulis atau dibuat dalam film tersebut itu tidak ada yang baru sama sekali,” kata Todung.

Todung pun menanggapi pernyataan TKN soal film tersebut. Ia tidak sepakat dengan pernyataan Habiburokhman yang menilai dokumenter itu berisi fitnah. Todung berharap tidak ada pihak yang bereaksi berlebihan, apalagi hingga melapor ke polisi.

“Film ini menurut saya pendidikan politik yang sangat bagus. Jadi, jangan baper lah, itu saja yang mau saya bilang,” ujar Todung.

Sementara itu, calon wakil presiden atau cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga membuat cuitan atas film tersebut. Sontak netizen pun akhirnya mengingatkan Cak Imin agar tidak berkomentar banyak di masa tenang Pilpres 2024 ini.

Cuitan Cak Imin sebenarnya hanya berupa pertanyaan. Ia mempertanyakan apakah netizen atau pengikut media sosialnya, sudah menonton film tersebut.

“Ada yang sudah nonton?” tulis Cak Imin seraya mengunggah trailer film tersebut.

Rumah produksi WatchDoc baru saja merilis film dokumenter terbaru berjudul Dirty Vote. Film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono itu berisi tentang kecurangan-kecurangan di Pemilu 2024.

Film itu menampilkan tiga orang ahli hukum tata negara, yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar. Film ini dapat diakses di akun YouTube Dirty Vote.

Adapun WatchDoc pernah merilis film-film dalam momentum pemilu. Pada 2014, mereka meluncurkan film Ketujuh. Lalu pada 2017, menjelang Pilkada DKI Jakarta, mereka menerbitkan Jakarta Unfair. Pada Pilpres 2019, ada film Sexy Killers.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine