Senin, Agustus 8, 2022
Google search engine
BerandaNasionalPolitik Identitas dan SARA Diprediksi Semakin Marak Jelang Pemilu 2024

Politik Identitas dan SARA Diprediksi Semakin Marak Jelang Pemilu 2024

Nasional, Topinfo: Menjelang tahun politik 2024 Politik Identitas dan SARA, diperkirakan akan menjadi tren pelanggaran, yang masih berlaku dan akan semakin marak dalam pesta demokrasi. Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Bawaslu dan pakar pengamat politik.

Menurut pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Surokim Abdus Salam mengatakan, pentingnya pengawasan yang lebih terhadap media sosial (medsos) demi mencegah terjadinya politik identitas dan isu SARA di Pemilu 2024. Ungkapnya saat dimintai keterangan.

“Di tengah kemajuan teknologi & maraknya penggunaan media sosial, menakibatkan politik identitas dan isu SARA menjadi semakin marak.

“Mengingat, pengguna medsos bebas menyuarakan apa saja, sesuai kepentingan politiknya masing-masing. Dihawatirkan berimbas terhadap konflik tatap muka dan berpotensi menjadi konflik horizontal antar masyarakat.” pungkasnya.

Kemudian menurut Rahmat Bagja, selaku Ketua Bawaslu mengatakan, prediksi kami kedepan yang paling potensial masif jelang tahun politik 2024 ialah politik identitas, hal tersebut dianggap masih efektif untuk dijadikan sebagai serangan terhadap parpol atau kepentingan politik lainnya.

“Kami menilai bahwa, elit politik sengaja merawat dan membudayakan politik indentitas dan isu SARA dalam kehidupan demokrasi di masyarakat kita,” ungkapnya.

“Prilaku tesebut, dilakukan untuk mempermudah serangan terhadap lawan politiknya. Bersamaan dengan penyebaran isu dan informasi hoax kepada halayak umum. Sehingga akan menyebabkan kegaduhan di ruang publik” tegasnya.

Rahmat Bagja juga menjelaskan, kejadian tersebut terjadi diakibatkan, adanya pemahaman yang belum tuntas, tentang toleransi dan eksistensi tiap identitas di ruang publik. Kemudian faktor kesengajaan individu atau politikus tertentu, dalam melakukan komunikasi atau pidato politiknya yang menyinggung psikoIogi massa.

“Beberapa strategi Bawaslu yang akan disiapkan dalam menghadapi praktik politik identitas dan isu SARA, sebagai bentuk langkah pencegahan. Karena kejadian tersebut, diperkirakan lebih masif pada pemilu 2024 mendatang.” ujarnya.

Strategi tersebut diantaranya, pendekatan kelompok masyarakat, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), Bawaslu juga akan menyiapkan buku ceramah enam agama yang berhubungan pemilu dan menolak politisasi SARA, dan intellegence media management,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments