Berita Utama

Sabtu, 15 Juni 2024
Sabtu, Juni 15, 2024
spot_img

Pemudik Lebaran Naik 47%, Jokowi Tambah Cuti Bersama Lebaran 2023

Editor:Ujang Nana

NASIONAL, Topinfo.id: Menteri Perhubungan sampaikan pembahasan rapat terbatas bersama Presiden Jokowi prihal lonjakan pemudik naik 47% dan penambahan Cuti Bersama Lebaran 2023.

Rapat terbatas tersebut, berlokasi di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengumumkan hasil rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, salah satunya memutuskan menambah durasi cuti bersama Lebaran 2023 sebanyak satu hari.

Dirinya menuturkan Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya menetapkan bahwa cuti bersama Lebaran 2023 sepanjang enam hari (21-26 April 2023).

Akan tetapi, karena mempertimbangkan lonjakan volume pemudik, pemerintah akan memajukan cuti libur lebaran mulai dari 19 April 2023.

“Kami tadi bersama kapolri mengusulkan liburnya maju 2 hari jadi 19 April sudah libur 20 April libur tapi masuk 26 April. Jadi tambah 1 satu hari dan didepan maju dua hari,” ungkap Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas, Jumat (24/03/2023).

Budi Karya mengatakan keputusan ini diambil karena dia melihat keinginan mudik masyarakat cukup tinggi tahun ini.

“Dengan volume yang banyak dan kalau itu tertuju tanggal 21 maka akan terjadi penumpukan luar biasa. Maka harapnya, dengan dimajukan itu pemudik bisa jalan tanggal 18 sore atau 19, 20, 21 April,” jelasnya.

Sedangkan, kata Budi Karya, pegawai swasta ataupun PNS yang keinginan cuti panjang bisa sampai tanggal 30 April.

“Itu keputusan yang diambil diskusi yang cukup efektif,” pungkasnya.

Pemudik Lebaran Naik 47% 

Selain itu Menhub juga menyapaikan Dalam keterangan pers setelah rapat terbatas, bahwa akan terjadi kenaikan pemudik dari 85 juta orang menjadi 123 juta orang di tahun ini.

Dari jumlah itu, khusus untuk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, ada kenaikan dari 14 juta menjadi 18 juta.

“Artinya terjadi kenaikan 47% untuk nasional dan 67% untuk Jabodetabek,” ungkap Budi Karya Sumadi.

Menurutnya, margin error dari proyeksi itu kurang dari 5%. Ditaksir, total pemudik itu berasal dari pemudik laut, kereta api, udara, dan darat.

“Untuk udara, kereta api, dan laut relatif manageble. Ketiga itu menggunakan ticketing sehingga bisa kita kontrol siapa yang beli, jumlah, dan sebagainya. Tapi darat perlu upaya manajemen,” ungkap Budi Karya Sumadi.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine