Minggu, Juli 3, 2022
Google search engine
BerandaNasionalPemerintah Akan Bentuk Satgas Penanganan PMK

Pemerintah Akan Bentuk Satgas Penanganan PMK

NASIONAL, Topinfo: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas), untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang tengah marak hari ini.

Satgas penanganan PMK telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas istana, yang membahas tentang penanganan kasus PMK. Satgas tersebut, akan dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Setelah sebelumnya, tercatat laporan kasus PMK sebanyak 180.000 ekor sapi yang terinfeksi di sejumlah wilayah, yang teserbar di 19 provinsi, dengan 169 kabupaten dan kota di Indonesia, hingga Selasa (21/6/2022).

Airlangga selaku Menko Bidang Perekonomian mengatakan, struktur satgas penanganan ini, sama halnya dengan penanganan Covid, yang terdiri dari Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan Kementerian Pertanian, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, dan Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kemudian ada pula, Asisten Operasi Kapolri dan Panglima TNI.

“Selain itu, Presiden juga memberikan arahan agar jajaran kementerian dan lembaga terkait, untuk menyiapkan obat-obatan, tenaga penyuntik vaksin ternak dan menetapkan protokol kesehatan hewan, untuk menanggulangi kasus PMK tersebut,” ungkap airlangga

Airlangga juga menyebutkan, Pemerintah telah menyetujui pengadaan 29 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), bagi hewan ternak di tahun 2022. Pembiayaan dalam penanganan kasus PMK tersebut, akan di biayai menggunakan dana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ungkap airlangga.

Senada dengan Airlangga, Suharyanto selaku kepala BNPB mengatakan, Satgas Penanganan PMK akan bergerak cepat mengikuti model penanganan Covid-19. Mengingat, kita sudah punya model pada saat penanganan Covid.

“Sehingga hal-hal yang dilakukan saat penangangan Covid-19 yang saat ini juga masih berjalan ini akan kami terapkan dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK),” kata Suharyanto.

Yanto juga menambahkan, akan melakukan koordinasi secara masif dan turun ke daerah-daerah merah. Sehingga nantinya, seluruh kepala daerah dan aparat pemerintah daerah supaya bersama-sama menangani PMK pada hewan ternak secara cepat dan terkendali.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments