Kamis, Desember 8, 2022
Google search engine

Menteri ESDM Bakal Ganti LPG 3 Kg ke Kompor Listrik

NASIONAL, Topinfo.id: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan mengurangi peredaran LPG 3 kg subsidi, menjadi kompor listrik atau kompor induksi. Atas rencana pergantian tersebut, akan dilakuka pengurangan peredaran jumlah tabung gas melon.

Diketahui subsidi LPG 3 kg, menjadi beban anggaran dan terus membengkak. Pasalnya di tahun 2021 saja, terrealisasi subsidi LPG 3 kg mencapai Rp 67,62 triliun. Sudah termasuk kewajiban kurang bayar Rp 3,72 triliun.

Arifin Tasrif selaku Mentri ESDM mengatakan, saat ini pemerintah bersama PT PLN (Persero) sedang merencanakan program konversi kompor gas menjadi kompor listrik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi subsidi LPG 3 kilogram, ungkap Arifin.

“Pengurangan LPG 3 kg akan dilakukan bertahap, seiring banyaknya produk alternatif. Dalam rangka menekan beban subsidi LPG 3 kg yang kebanyakan masih diimpor. Tentu hal ini membutuhkan waktu, karena kita nggak mau impor barang luar terus,” ungkap Arifin.

Arifin juga menegaskan, selain konversi ke kompor listrik, pemerintah juga mengandalkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). “Hal ini bertujuan untuk menjadi produk substitusi impor LPG. Mengingat ke depannya yang paling gampang kan listrik, matahari kan gratis,” ungkap Arifin.

Diketahui, pemerintah saat ini, masih mengandalkan proyek jaringan gas (jargas) rumah tangga untuk menekan peredaran LPG 3 kg. Kemudian untuk 2023 mendatang, pemerintah juga telah usul tambahan anggaran khusus untuk LPG tabung 3 kg sebesar Rp 400 miliar, sehingga total nilainya di tahun depan menjadi Rp 117,8 triliun.

Kemudian Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PT PLN (Persero) mengatakan, program konversi kompor listrik untuk rumah tangga bisa menghemat APBN hingga Rp 16,8 triliun. “Hal ini sangat bermanfaat untuk 15,3 juta keluarga penerima manfaat per tahun,” ungkap Darmawan.

“Angka tersebut didapat dari proses uji klinis yang dilakukan PLN sampai tahun 2025. Program konversi kompor induksi untuk tahun ini, ditargetkan menyasar 300.000 KPM. Saving ini, berdasarkan fakta per kilogram LPG sekitar Rp 20.000. Sedangkan per kilogram listrik ekuivalen biayanya sekitar Rp 11.300 per kilogram listrik ekuivalen,” pungkas Darmawan.

Selain dari pada itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan hasil studinya menerangkan bahwa program migrasi kompor listrik akan menurunkan biaya energi tipe rumah tangga, mencapai Rp 45 ribu lebih per bulan. Hal tersebut, dilihat rata-rata pemakaian LPG 3 kg per bulannya sekitar 3,8 tabung.

Angka tersebut muncul ketika mengikuti asumsi faktor konversi 1 ton LPG sama dengan 8,5246 BOE. Artinya penggunaan 3,8 tabung LPG 3 kg per bulan sama dengan 82,1 kWh per bulan. “Maka hasilnya, pemakaian kompor listrik rumah tangga per 2.000 W, dengan tarif dasar listrik (TDL) 450 VA, akan menghemat biaya hingga Rp 45.756 per bulan jika dibandingkan dengan tabung gas LPG, tulis BaLitbang Kementrian ESDM.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments