Senin, Agustus 8, 2022
Google search engine
BerandaNasionalMantan Pimpinan KPK dan Wamen KumHam, Jadi Pengacara Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Pimpinan KPK dan Wamen KumHam, Jadi Pengacara Tersangka Kasus Korupsi

NASIONAL, Topinfo: Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, menjadi kuasa hukum Mardani Maming, sebagai tersangka korupsi dugaan penerimaan suap izin usaha pertambangan.

Diketahui bahwa, mantan Wakil Ketua KPK dan mantan Wakil Menteri Hukum tersebut, ditunjuk PBNU untuk mengadvokasi kasus Mardani Maming, yang merupakan mantan Bupati Kab. Tanah Bumbu periode 2010-2018, yang sekarang sedang menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU.

Bambang mengatakan alasan dirinya menjadi kuasa hukum tersangka kasus korupsi maming, karena ada kepentingan yang jauh lebih besar yang harus dipertukarkan dan dipertaruhkan di situ. Dengan hormat saya mengambil amanah atas penunjukan dari PBNU, dan mari kita uji di lembaga praperadilan, ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bambang memprotes langkah KPK dalam menetapkan Mardani Maming, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tahun 2011.

Bambang menjelaskan bahwa, ini isu sebenarnya transaksi bisnis kok, menurut hemat saya dalam sudut pandang saya, dalam kasus ini yang menjadi garis besarnya adalah bisnis,” kata BW.

Dalam agenda sidang perdananya, Bambang dan Denny hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Akan tetapi, sidang perdana tersebut harus ditunda selama satu pekan lantaran KPK sebagai termohon absen dalam persidangan.

KPK meminta sidang praperadilan Mardani Maming ditunda, dengan alasan KPK masih membutuhkan waktu untuk berkoordinasi mempersiapkan administrasi dan jawaban yang akan diajukan.

Ali Fikri selaku Plt juru bicara KPK mengatakan, kami sampaikan bahwa tim Biro Hukum KPK telah berkirim surat kepada hakim untuk meminta penundaan waktu sidang. Tim masih membutuhkan waktu untuk koordinasi dan mempersiapkan administrasi serta bahan jawaban yang akan diajukan ke persidangan praperadilan, ungkapnya.

Ali menerangkan, permohonan praperadilan ini sejatinya tidak akan mengganggu upaya KPK melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Mengingat KPK sedang menyiapkan dokumen apa yang dibutuhkan dalam peradilan nanti, itu memang hak KPK, ucapnya.

Sebelumnya, Denny Indrayana menyoroti kasus dugaan korupsi yang menyeret kliennya di KPK. Denny menuduh kasus korupsi tersebut, berkaitan dengan persoalan Maming dengan pemilik PT Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Akan tetapi, Junaidi selaku kuasa hukum Haji Isam, Junaidi, membantah dan menyebut kliennya tidak punya bisnis yang bersinggungan dengan Mardani Maming, ungkapnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments