Minggu, Juli 3, 2022
Google search engine
BerandaNasionalMakan Siang Presiden dan Petinggi Parpol Bahas Konstalasi Politik 2024

Makan Siang Presiden dan Petinggi Parpol Bahas Konstalasi Politik 2024

NASIONAL, Topinfo: Makan Siang Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersama para petinggi Parpol di Istana Merdeka Jakarta, dihadiri oleh Airlangga Hartarto (Ketua Partai Golkar), Surya Paloh (Ketua Partai Nasdem), Muhaimin Iskandar (Ketua Partai PKB).

Kemudian hadir juga, Zulkifli Hasan (Ketua Partai PAN), Megawati (Ketua Partai PDI-P), Prabowo Subianto (Ketua Partai Gerindra), dan Suharso Munoarfa (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan). Agenda tersebut, dilaksanakan sebelum pelantikan menteri dan wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju pada hari rabu, 15 Juni 2022.

Jokowi terlihat duduk di posisi tengah Megawati dan Surya Paloh. Kemudian tepat dihadapannya ada Prabowo Subianto. Selanjutnya, untuk disebelah kanan, ada Airlangga Hartarto. Kemudian untuk disebelah kiri, ada Zulkifli Hasan.Terpantau hadir juga, Muhaimin Iskandar dan Suharso Monoarfa.

Zulkifli Hasan selaku Ketua Partai PAN mengatakan “kita menerima undangan pak Presiden (Jokowi), untuk diajak makan siang di ruangan beliau, bersama beberapa ketua umum partai koalisi”

Disisi lain Airlangga Hartarto, Selaku Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Golkar menambahkan bawah, isi pertemuan Presiden Jokowi bersama ketua parpol saat makan siang, membahas konstalasi politik 2024 dan konsolidasi politik untuk menghadapi berbagai tantangan masalah global yang akan dihadapi oleh Indonesia.

Kemudian Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Negara atau Kepala Bappenas, sekaligus Ketum Partai PPP menjelaskan, dalam makan siang tadi, Presiden Jokowi dan para petinggi parpol membahas banyak hal.

Suharso menambahkan bahwa, pembicaraan Presiden bersama ketua Partai koalisi membicarakan tentang perkembagan zaman dan tantangan global. Serta bagaimana Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara di dunia, kata Suharso.

Suharso juga menyebutkan bahwa hari ini, IMF sudah memberikan peringatan kepada negara-negara yang mempunyai potensi kegagalan dalam mengelola kebijakan ekonominya. Tapi Indonesia justru punya trend positif dan diminta untuk meberikan pandangan, serta pengalamannya kepada negara-negara di tetangga, lanjut Suharso.

“Di tengah harga pangan yang sedang melangit, di Indonesia masih bisa stabil. Kita harus pandai bersyukur, mengingat kondisi pangan tak terancam meski ada perang Ukraina, bahkan ada potensi ekspor sebagian dari beras kita” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments