spot_img
Kamis, Oktober 6, 2022
spot_imgspot_img
BerandaNasionalMahfud MD Menilai Demokrasi Indonesia Sedang Tak Baik-baik Saja

Mahfud MD Menilai Demokrasi Indonesia Sedang Tak Baik-baik Saja

NASIONAL, Topinfo: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), sekaligus Ketua Dewan Pakar KAHMI Mahfud MD menilai kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sedang tidak sehat. Serta sedang dalam kondisi yang tidak baik.

Mahfud mengatakan, seperti apa keadaan demokrasi kita hari ini? Demokrasi kita hari ini sedang tidak sehat. Serta tidak pada kondisi baik-baik saja,” ungkap Mahfud dalam sambutannya pada acara puncak HUT KAHMI ke-56. Bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Tidak hanya itu Mahfud mengutip pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang mengatakan bahwa untuk maju sebagai calon kepala daerah tak sekadar butuh modal pintar. Akan tetapi butuh juga, uang yang fantastis. Jika tidak punya uang, maka sulit untuk terpilih.

“Seperti yang di katakan Pak Bahlil, coba kamu pintar tapi enggak punya uang. Pasti enggak bisa kepilih. Itu kata pak Bahlil,” ungkap Mahfud.

Mahfud juga menyampaikan, hampir 92 persen calon kepala daerah yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk maju di pilkada saja pasti dibiayai oleh cukong. Dampak setelah terpilih nantinya para calon kepala daerah, akan memberi imbalan balik kepada cukong yang telah membiayainya di pilkada. Itu hasil simulasi saya dengan anak-anak LSM, ungkap Mahfud.

“Jika di hitung-hitung oleh KPK, sebanyak 84 persen kepala daerah terpilih karena cukong. Hasil angka tersebut bersumber dari KPK. Itu artinya demokrasi kita enggak sehat. Demokrasi kita, demokrasi jual beli,” tegas Mahfud.

Selain itu, Mahfud MD mengklaim dirinya tidak pernah mengeluarkan uang saat menjabat. Baik ketika masij menjabat sebagai Menteri selama beberapa kali, ataupun ketika masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Mahfud juga mengatakan, tidak ada sama sekali niat untuk memperkaya diri sendiri. Padahal ketika masih menjabat sebagai Ketua MK, potensi untuk memperkaya diri sendiri sangat besar.

“Kalau saya mau pak, ketika dulu masih jadi Ketua MK, saya mengadili 390 kasus Pilkada. Kalau saya patok, per satu orang Rp1 miliar, sangat gampang. Orang yang kalah, mau menang Pilkada, bisa saya menangkan. Atau orang udah menang, di telepon untuk dimintai uang,” ungkap Mahfud.

Kemudian Mahfud MD memberikan pesan bahwa, uang hasil tindakan haram tidak akan membuat hidup manusia tenang. Apalagi, uang yang diperoleh dengan cara yang tak benar, ucap Mahfud.

“Kalau kamu mendapat sesuatu dengan cara yang tidak benar, tidurnya tidak akan nyenyak. Ketika sudah pensiun cari pengawal. Kemudian ketika sesudah tidak punya beking, jadi tidak aman. Kemudian yang dikorbankan temannya sendiri. Itulah permainan,” pungkas Mahfud.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments