Berita Utama

Kamis, 22 Februari 2024
Kamis, Februari 22, 2024
spot_img

Jelang Pemilu 2024, Mega-Puan Soroti Bansos di Era Jokowi

NASIONAL, Topinfo.id: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, juga menyoroti soal bantuan sosial (bansos) di saat-saat pemilu di era Jokowi.

Capres usungan PDIP dan koalisinya, Ganjar Pranowo, berharap Jokowi tulus memberikan bansos. Soalnya, bansos memang dibutuhkan rakyat. Bila ada pelanggaran aturan main di Pemilu 2024, pihak yang berwenang perlu menjadi pengadil yang baik.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan itu sebuah ketulusan dan sebuah kewajiban negara terhadap rakyatnya. Maka ada DPR yang bisa mengontrol soal-soal itu agar semua dalam trek yang benar. Ya mudah-mudahan semua karena ketulusan hati,” kata Ganjar di Pontianak, Rabu (31/1) lalu.

PDIP menggelar kampanye akbar bertajuk ‘Konser Salam Metal’ untuk memenangkan Ganjar-Mahfud Md di Pilpres 2024, dan tentu saja untuk memenangkan PDIP di Pemilu 2024. Ketua Umum Megawati berbicara di panggung, di hadapan banyak pendukungnya, menyoroti masalah bansos tersebut.

“Ya nggak apa-apa terima aja (bansos). Tapi nyoblosnya jangan goyang loh,” kata Megawati saat pidato di kampanye akbar, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/2) kemarin.

“Siapa yang mau goyang? Ayo siapa yang mau goyang. Bansos ya uang rakyat. Jangan lupa,” katanya.

Menurut Megawati, uang bansos itu adalah uang rakyat. Sehingga, rakyat berhak untuk menerima bansos.

Kata Puan

Giliran Puan Maharani berbicara mengenai masalah bansos di musim kampanye. Dia memberikan pemahaman ke massa simpatisan PDIP dan Ganjar-Mahfud bahwa bansos bukan dari dompet pribadi pejabat tapi dari uang pajak yang dibayarkan rakyat.

“Yang harus kita sama-sama ketahui juga, bansos yang sekarang diberikan itu adalah uang negara, dari rakyat untuk rakyat, jadi memang harus diberikan untuk rakyat,” kata Puan di panggung Konser Salam Metal.

Jokowi Angkat Bicara

Presiden Jokowi sudah menjelaskan sebelumnya. Bansos diberikan di saat ini untuk memperkuat daya beli masyarakat kelas bawah. Soalnya, harga pangan sedang naik.

“Pertama ya kita tahu ada kenaikan harga beras di seluruh negara bukan hanya Indonesia saja. Kedua kita ingin perkuat daya beli rakyat, yang di bawah,” papar Jokowi usai menghadiri kongres XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/2) lalu.

Menurut Jokowi, bantuan sosial yang diberikan juga sama sekali tak ada kaitannya untuk dipolitisasi sebagai keuntungan pada paslon tertentu dalam Pemilu 2024. Pasalnya bantuan sosial itu banyak diberikan jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024, bahkan ada yang sudah diberikan sejak September tahun lalu.

“Dan itu sudah dilakukan misalnya bantuan pangan beras itu sudah sejak September. BLT itu karena ada El Nino, kemarau panjang sehingga juga ini memperkuat daya beli masyarakat, sehingga diperlukan,” beber Jokowi.

Jokowi menilai, BLT yang digelontorkan bukan cuma keputusan sepihak dari pemerintah. Dia mengatakan sudah ada mekanisme persetujuan dari DPR juga untuk memberikan semua bantuan sosial ke masyarakat dari dana APBN.

“Dan itu semuanya sekali lagi, itu kan sudah melalui mekanisme persetujuan di DPR, APBN itu. Jangan dipikir hanya keputusan kita sendiri. Tidak seperti itu dalam mekanisme kenegaraan kita pemerintahan kita nggak seperti itu,” pungkas Jokowi.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img