Senin, Agustus 8, 2022
Google search engine
BerandaNasionalDinilai Responsif, Jaringan Presisi Nusantara Apresiasi Kapolri

Dinilai Responsif, Jaringan Presisi Nusantara Apresiasi Kapolri

Jakarta-Mabes Polri menetapkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Andi mengatakan, Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Merespon penetapan tersangka tersebut. Direktur Eksekutif Jaringan Presisi Nusantara, Sabaruddin menyatakan apresiasinya kepada Kapolri dan tim penyidik. Menurutnya sesuai dengan ketentuan KUHAP, penetapan tersangka dalam suatu perkara adalah hak penyidik.

Penetapan tersebut, lanjut Sabar, adalah langkah responsif dari Kapolri agar kasus ini tidak berlarut-larut di tengah masyarakat.

” JPN mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran atas perkembangan yang baru saja terjadi (penetapan tersangka). Dari sini kita melihat Polri telah menunjukkan komitmen agar kasus ini selesai dan sangat responsif”, ujar Sabar.

Bharada E sendiri disangkakan dengan Pasal 338 tentang pembunuhan di-juncto-kan dengan Pasal 55 tentang bersekongkol dalam tindak kejahatan (turut serta) dan Pasal 56 KUHP tentang membantu tindak pidana atau kejahatan.

Sementara itu, Ketua Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi menyebutkan, rangkaian penyelidikan dan penyidikan sampai hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 42 orang saksi, termasuk di dalamnya 11 keluarga Brigadir Yosua, tujuh ajudan Ferdy Sambo dan ahli-ahli dari unsur biologi kimia forensik, metalogi balistik forensik, teknologi informasi forensik, dan kedokteran forenksi.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti baik berupa alat komunikasi, rekaman CCTV dan barang bukti lainnya yang ada di TKP baik yang sudah diperiksa atau diteliti oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polri maupun yang sedang dilakukan pemeriksaan di Labfor.

“Kita percaya bahwa Kapolri sangat komitmen dengan penuntasan kasus ini. Kami menilai langkah Kapolri sudah sangat responsif dan transparan. Karena itu, kita tunggu saja hasil semua kerja tim. Semoga kasus ini jadi terang berderang,” tutup Sabar.

Jaringan Presisi Nusantara sendiri adalah sebuah lembaga yang concern dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. JPN merupakan institusi independen yang melandaskan gerakannya kepada NKRI dan Pancasila yang bermitra dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments