asd

Berita Utama

Senin, 22 Juli 2024
Senin, Juli 22, 2024
spot_img

Menteri Luar Negeri China Angkat Bicara Soal Penyebab Aliran Gas Eropa

Editor:Ujang Nana

INTERNASIONAL, Topinfo.id: Menteri Luar Negeri China melalui juru bicaranya menyampaikan soal penyebab ledakan pipa bawah laut yang mengaliri gas dari Rusia ke Eropa, Nord Stream.

Pandangan tersebut, disampaikan Wang Wenbin selaku Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam sebuah konferensi pers. Rabu, (15/3/2023).

Dirinya merasa tidak biasa bahwa media utama di Barat secara tidak kritis menerima klaim pejabat Amerika Serikat menyebutkan kelompok pro-Ukraina harus bertanggung jawab atas pengeboman pipa gas eropa Nord Stream.

“Jaringan pipa tersebut sebagai proyek infrastruktur lintas batas yang vital. Dimana kehancurannya memiliki dampak serius pada pasar energi global dan lingkungan ekologis,” ungkap Wang Wenbin.

China Inginkan Penyelidikan Objektif

Diketahui, pemerintah China menginginkan penyelidikan yang objektif, secara profesional dan tidak memihak atas pengeboman gas eropa yang terjadi. Serta dimintai pertanggungjawaban, untuk lebih cepat lebih baik.

Wang Wenbin juga mencatat bahwa media Barat secara mengejutkan tidak menindaklanjuti laporan jurnalis Seymour Hersh yang menyalahkan AS dan Norwegia pada insiden tersebut.

“Kami telah mencatat bahwa beberapa media Barat diam secara misterius setelah Hersh melaporkan bahwa AS berada di balik ledakan Nord Stream. Bagaimana AS menjelaskan ketidaknormalan seperti itu? Apakah ada sesuatu yang tersembunyi di balik layar?” Ungkap Wang.

Nord Stream 1 dan 2, jaringan pipa yang dibangun di bawah Laut Baltik. Dalam rangka membawa gas alam Rusia ke Jerman dan selanjutnya ke Eropa Barat. Akan tetapi rusak dalam serangkaian ledakan pada September 2022.

Pada awal Februari, Hersh menerbitkan sebuah laporan yang merinci bagaimana Washington menghancurkan jaringan pipa. Dirinya menjelaskan bagaimana penyelam AS menanam bahan peledak dan sebuah pesawat Norwegia dan mengirimkan sinyal ledakan.

Pemerintah AS membantah semua tuduhan tersebut. Pihak AS menyebut itu hanya fiksi yang benar-benar salah dan lengkap. Sementara Rusia dan China menyerukan penyelidikan yang independen dan transparan.

Berdasaroan laporan New York Times menyatakan bahwa, para penyabot tersebut kemungkinan besar warga negara Ukraina atau Rusia. Bahkan bisa jadi kombinasi dari keduanya. Namun ditegaskan oleh sumber itu bahwa tak ada warga AS dan Inggris yang terlibat.

Presiden Rusia Tidak Yakin

Presiden Rusia Vladimir Putin juga tidak yakin. Dirinya menolak anggapan bahwa aktor non-negara dapat berada di balik tindakan sabotase yang kompleks sebagai ‘omong kosong’.

“Serangan itu hanya bisa dilakukan oleh spesialis, dan didukung oleh seluruh kekuatan negara yang memiliki teknologi tertentu,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine