Berita Utama

Jumat, 14 Juni 2024
Jumat, Juni 14, 2024
spot_img

KTT OKI, Negara Arab Tolak Usulan Iran Embargo Minyak ke Israel

INTERNASIONAL, Topinfo.id: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab menolak usulan Iran untuk embargo minyak ke Israel.

Diketahui, usulan Presiden IranĀ Ebrahim Raisi tidak disambut hangat oleh negara Arab meski seluruh negara dalam KTT itu kompak mengutuk keras agresi Israel ke Gaza dan mendesak gencatan senjata segera, termasuk Indonesia.

Pengamat politik internasional di kawasan Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan penolakan ini muncul lantaran negara-negara Teluk lebih dekat dengan Amerika Serikat, sekutu dekat Israel.

Menurut Yon, menjatuhkan sanksi embargo kepada Israel membuat negara Arab seperti Arab Saudi hingga Uni Emirat Arab yang dekat dengan AS cemas akan memicu masalah dengan Negeri Paman Sam.

“Tidak mengadopsi perang militer dan tidak mengadopsi embargo, karena biar bagaimanapun, hubungan teluk dengan Amerika Serikat cukup dekat dibanding dengan Iran yang melakukan konfrontasi,” kata Yon, Selasa (14/11/2023).

Konfrontasi itu misalnya Iran yang dianggap mensponsori konflik agresi Israel di Palestina melalui milisi-milisinya di Timur Tengah seperti Hamas.

Milisi di Lebanon Selatan, Hizbullah, turut menggempur Israel sejak 7 Oktober. Mereka merupakan kelompok yang disokong Iran.

Kelompok yang didukung Iran di Yaman, Houthi, juga turut menyerang Israel. Di luar ini, mereka bermusuhan dengan Arab Saudi.

Arab Saudi dan Iran juga sempat putus hubungan selama tujuh tahun sebelum akur kembali di tahun ini.

Para pengamat menilai keterlibatan para milisi itu bisa menyebabkan konflik meluas.

Di kesempatan ini, Yon juga mengatakan embargo minyak tak disepakati lantaran sejumlah negara Arab telah menjalin normalisasi dengan Israel.

Beberapa negara itu adalah Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Yordania. Mereka juga yang menolak usulan Iran.

“Mereka ‘dipaksa’ AS untuk normalisasi dengan Israel. Dengan begitu, mereka tak bisa keras lagi pernyataannya yang berkaitan dengan Palestina,” pungkasnya.

Khawatir Pendapatan Minyak Hilang

Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah Riau, Fahmi Salsabila, juga punya pandangan serupa.

“Banyak faktor. [Salah satunya] negara Arab belum lama membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” ujar dia.

Fahmi juga mengatakan Uni Emirat Arab enggan rugi jika mereka menerapkan embargo minyak ke Israel.

Lebih lanjut, dia menilai Iran juga memiliki jalan yang berbeda dibanding negara Arab lain.

Iran juga tak punya cukup kekuatan untuk meyakinkan negara di kawasan itu meski sudah rujuk dengan Saudi, selaku pemimpin negara Teluk.

“Ada semacam keengganan karena Iran yang mengusulkan,” lanjut Fahmi.

Dia menerangkan ide Iran sebetulnya “bagus untuk shock terapy” agar Israel berhenti menyerang Palestina.

Negara Arab Pernah Embargo AS

Negara-negara Arab pernah mengembargo minyak ke sekutu dekat Israel, Amerika Serikat, pada 1973. Langkah ini muncul sebagai bentuk balasan mereka atas keberpihakan AS ke Israel saat Perang Yom Kippur.

Ketika itu, AS mengirim senjata ke Israel untuk membantu mereka melawan Mesir dan Suriah. Raja Saudi Faisal dan anggota lain di Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) lalu membalas.

Mereka menaikkan harga minyak, melarang pengiriman minyak ke Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa serta memangkas produksi sebesar lima persen per bulan.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine