asd

Berita Utama

Senin, 22 Juli 2024
Senin, Juli 22, 2024
spot_img

Jokowi Unjuk Industri Hijau RI 30.000 Ha, di Depan Para Pengusaha AS

INTERNASIONAL, Topinfo.id: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pamerkan pembangunan industri hijau Indonesia seluas 30.000Ha di hadapan para pengusaha di Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut, disampaikan Jokowi saat menghadiri forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit.

Presiden RI Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menggenjot transisi energi, salah satu yang diupayakan adalah dengan membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hekar di Kalimantan Utara.

“Indonesia juga sedang membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hektare,” ungkap Jokowi, Jumat (17/11/2023).

Dengan begitu, Jokowi mengajak para pengusaha asing untuk menanamkan modal di Indonesia lantaran pembangunan tersebut membutuhkan investasi, pengetahuan, dan teknologi terkini.

“Untuk pengembangannya dibutuhkan investasi, pengetahuan, teknologi terkini untuk menghasilkan nilai tambah sekaligus menyejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi telah menyaksikan langsung acara groundbreaking proyek kawasan industri di Kalimantan, yakni milik PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan pada 21 Desember 2021 lalu.

Tak hanya berada di lahan yang luas, proyek kawasan industri hijau di Kalimantan ini diperkirakan membutuhkan investasi jumbo hingga US$ 132 miliar atau sekitar Rp 2.000 triliun.

Presiden pun pada 28 Februari 2022 lalu kembali mengunjungi kawasan industri hijau tersebut untuk mengecek kelanjutan pembangunannya.

Usai meninjau pembangunan proyek di kawasan industri KIPI tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kawasan industri ini nantinya dipersiapkan untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik.

Disebut kawasan industri hijau karena sumber energi untuk kawasan industri ini tak lain berasal dari pembangkit listrik energi baru terbarukan, salah satunya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang masing-masing akan dibangun hingga kapasitas 10 Giga Watt (GW).

Berikut beberapa mega proyek yang akan dibangun di Kawasan Industri di Kaltara ini:

1. Pabrik petrokimia

Pabrik petrokimia di Kawasan Industri Kaltara ini rencananya akan menjadi pabrik petrokimia terbesar di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 4×16 juta ton per tahunnya.

2. Smelter Alumina

Fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) alumina dengan kapasitas 3 juta ton akan dibangun di kawasan industri ini.

3. Pabrik Besi dan Baja

Rencananya akan dibangun pabrik besi dan baja (iron and steel) dengan kapasitas 5 juta ton per tahun.

4. Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Pabrik baterai untuk kendaraan listrik maupun pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) akan dibangun dengan kapasitas 265 Giga Watt hour (GWh).

5. Industrial and Polycristalline Silicon

Rencananya juga akan dikembangkan pabrik polycristalline silicon dengan kapasitas 1,4 juta ton.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga sempat menyebut akan dibangun Kawasan Industri di Kaltara dengan nilai investasi mencapai US$132 miliar.

Luhut menjelaskan, investasi terdekat yang segera terealisasi adalah pabrik petrochemical di Kaltara. Pabrik ini telah dilakukan groundbreaking pada 21 Desember 2021 lalu. Nilai investasinya mencapai US$24 miliar atau sekitar Rp366,6 triliun.

Dari hasil investasi ini, diperkirakan akan ada 100 ribu pegawai yang dipekerjakan dan transfer teknologi yang menguntungkan bagi Indonesia. Adapun nilai keuntungan yang akan didapat mencapai Rp131 miliar per tahun pada tahun 2029. “Ini secara bertahap tapi 2023 mendatang sudah beroperasi satu pabrik ini,” katanya.

Jika investasi itu sudah terealisasi maka potensi ekspor dari RI juga semakin membesar. Luhut menyebut paling tidak mencapai 30 persen total ekspor pada 2029 mendatang berasal dari hasil investasi ini.

Nantinya, investasi pabrik ini adalah end to end untuk memproduksi petrochemical, alumina, lithium baterai, hingga green industry. Menurut Luhut, ini akan membuat profil Indonesia semakin baik.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine