Kamis, Desember 8, 2022
Google search engine

Ditemukan Bakteri Seram di Antartika

INTERNASIONAL, Topinfo: Baru-baru ini ditemukan bakteri seram di Benua Antartika, dalam satu temuan baru yang di relis dari jurnal Science Of The Total Envirintment pada 1 Maret 2022 lalu.

Para peneliti Chile yang berasal dari Universidad de Chile menemukan hal yang mengerikan dari wilayah Antartika. Para peneliti ini menemukan bakteri-bakteri “Super” .

Benua yang terkenal juga dengan sebutan kutub selatan ini diketahui memiliki suhu yang sangat ekstrem yang tidak memungkinkan untuk mahluk biasa untuk bisa bertahan hidup.

Tak disangka ternyata ada berbagai jenis bakteri seram yang masih bisa bertahan hidup di kondisi yang sangat ekstrem tersebut.

Salah satu hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bakteri-bakteri ini berevolusi untuk tetap bertahan hidup. Namun akibat dari evolusinya bakteri-bekteri ini menjadi lebih kebal terhadap antibiotik.

“Kami melihat darah Semenanjung Antartika, yang salah satu daerah kutub terdampak dari cairan es, menjadi rumah dari beragam bakteri. Beberapa dari bakteri tersebut memiliki sumber gen leluhur yang mampu memicu kekebalan terhadap antibiotik,” ujar Andres E Marcoleta selaku pemimpin dari tim peneliti.

Menemukan Sample Bakteri

Menurut penelitian yang bertajuk “The Highly Diverse Antarctic Peninsula Soil Microbiota as a Source of Novel Risistance Genes”, para peneliti Chile ini mengumpulkan sample bakteri dari Antartika seala kurun waktu 2 Tahun yang terhitung dari 2017 hingga 2019.

“Patut untuk dipertimbangkan bahwa perubahan iklim bisa memacu timbulnya penyakit-penyakit menular,” Ujar Andres.

Adapun bakteri-bakteri yang diteliti selanjutnya adalah Polaromonas, Pseudomonas, Strepomyces, Variovarx, dan Burkholderia.

Selain itu para peneliti juga mengungkapkan bahwa Bakteri Pseudomonas tidak bersifat patogenik, akan tetapi bakteri yang mampu tahan terhadap 10 jenis antibiotik ini adalah sumber dari gen kebanyakan tak bisa dihentikan oleh antibiotik biasa seperti tembaga, klorin, hingga amonium.

“Dalam sebuah sekenario yang dibuat, gen-gen ini bisa meninggalkan reservior bakteri tersebut dan mendorong untuk memunculkan dan menjadi penyebab dari penyakit menular,” Lanjut Andres.

Bukan hanya Pseudomonas, peneliti juga menghawatikan soal potensi Polaromonas.

Hal ini disebabkan karena bakteri tersebut bisa mematikan antibiotik jenis beta-lactam yang cukup penting untuk menangani berbagai infeksi.

Menyarankan Agar Tidak Panik

Para peneliti menyarankan masyarakat tidak panik, namun berharap menjadikan penemuan ini sebagai peringatan agar mencegah terjadinya wabah di masa yang akan datang.

Peneliti berharap dengan adanya temuan ini manusia mampu berkaca untuk membatasi aktivitas yang bisa memberikan dampak terhadap terjadinya perubahan iklim dunia.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments