Berita Utama

Sabtu, 15 Juni 2024
Sabtu, Juni 15, 2024
spot_img

China Genjot Kembali Pembangunan di Stasiun Antartika

Editor:Ujang Nana

INTERNASIONAL, Topinfo.id: China ditengarai tengah melanjutkan kembali konstruksi pembangunan di stasiun antartika yang merupakan setasiun kelima negara di kutub selatan Antartika.

Diketahui, proyek stasiun antartika dimulai sejak 2018. Hal ini terlihat melalui citra satelit terbaru yang dikumpulkan oleh think tank berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS).

Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) mengatakan dalam sebuah laporan bahwa China membangun stasiun baru di Pulau Tak Terungkap (Inexpressible Island) dekat Laut Ross (Ross Sea).

Pembangunan ini diharapkan mencakup sebuah observatorium dengan stasiun bumi satelit. Hal ini akan membantu China mengisi celah besar dalam kemampuannya untuk mengakses benua tersebut.

“Sementara stasiun tersebut dapat menyediakan pelacakan dan komunikasi untuk rangkaian satelit pengamatan kutub ilmiah China yang berkembang. Peralatannya secara bersamaan dapat digunakan untuk mencegat komunikasi satelit negara lain,” kata CSIS, Rabu (19/04/2023).

CSIS menggunakan citra satelit yang diambil pada Januari untuk mengidentifikasi fasilitas pendukung baru, bangunan sementara, landasan helikopter. Serta pondasi untuk bangunan utama yang lebih besar di stasiun seluas 5.000 meter persegi. Diperkirakan pembangunan dapat dilakukan pada tahun 2024.

Stasiun tersebut memiliki posisi yang baik untuk mengumpulkan sinyal intelijen atas Australia dan Selandia Baru.

Kemudian data telemetri pada roket yang diluncurkan dari Arnhem Space Centre Australia yang baru, katanya. Setelah selesai, stasiun antartika diharapkan memiliki dermaga untuk kapal pemecah es Xuelong China.

CSIS juga memaparkan, untuk sementara AS masih mempertahankan kehadiran penelitian yang lebih besar di Antartika. Termasuk fasilitas terbesar di stasiun McMurdo. Akan tetapi jejak China tumbuh lebih cepat. Stasiun kelima China akan berjarak 200 mil dari stasiun McMurdo.

Beijing Berusaha Kembangkan Rute Pengiriman Baru

Beijing sendiri telah berusaha untuk mengembangkan rute pengiriman baru di Kutub Utara dan memperluas penelitiannya di Antartika. Namun emerintah Barat khawatir kehadirannya yang meningkat di wilayah kutub dapat memberikan kemampuan pengawasan yang lebih baik kepada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Di bawah Traktat Antartika 1959, di mana China menjadi pihak, aktivitas di benua itu dibatasi untuk tujuan damai. Personel militer diizinkan melakukan penelitian ilmiah, tetapi dilarang mendirikan pangkalan, melakukan manuver, atau menguji senjata.

Sebuah laporan Pentagon tahun 2022 mengatakan infrastruktur Antartika baru China kemungkinan besar dimaksudkan sebagian untuk memperkuat klaimnya di masa depan atas sumber daya alam dan akses maritim serta meningkatkan kemampuan PLA. Namun China menolak klaim bahwa stasiun semacam itu akan digunakan untuk spionase.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine