Berita Utama

Jumat, 14 Juni 2024
Jumat, Juni 14, 2024
spot_img

Bentuk Solidaritas, Kelompok Houthi Yaman Bajak Kapal Milik Israel

INTERNASIONAL, Topinfo.id: Kelompok militan Yaman Houthi ambil alih sebuah kapal milik Israel di Laut Merah, hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza, Palestina.

Hal tersebut, disampaikan juru bicara militer Houthi, Mohammed Al Attab mengatakan, para pejuangnya membajak kapal kargo Galaxy Leader yang sebagian besar milik pengusaha Israel dan dioperasikan perusahaan Jepang. Saat disita, kapal sedang berlayar dari Turki ke India.

“Kami telah menerima konfirmasi dari pejabat Houthi bahwa mereka membajak kapal ini. Mereka juga mengumumkan dimulainya operasi untuk menyerang kapal-kapal berbendera Israel. Mereka memperingatkan pelaut internasional untuk tidak bekerja di perusahaan semacam itu,” kata Attab, Minggu (19/11/2023).

Juru bicara Houthi lainnya, Yahya Saree dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam, menyebutkan ada 22 kru kapal yang berada dalam Galaxy Leader. Mereka akan diperlakukan sesuai dengan norma dan prinsip Islam.

“Kami menegaskan kelanjutan operasi militer kami (terhadap Israel) sampai agresi dan kejahatan buruk terhadap saudara-saudara Palestina kami di Gaza dan Tepi Barat berhenti,” kata Saree.

Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, telah melancarkan beberapa serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Israel. Hal ini dilakukan sejak Israel menyerbu Jalur Gaza pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 13.000 warga Palestina.

Israel Sebut Ini Masalah Serius

Pemerintah Israel menyebut pembajakan itu sebagai peristiwa yang sangat serius di tingkat global.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak terlibat dalam kepemilikan kapal, pengoperasian, atau susunan awak internasionalnya.

“Ini adalah tindakan terorisme Iran lainnya yang mewakili peningkatan permusuhan Iran terhadap warga dunia bebas, dengan konsekuensi internasional terkait keamanan rute pelayaran global,” ungkapnya.

Diketahui, tidak ada warga Israel di kapal itu. Pihak Israel menyebut, didalam kapal ada 25 awak kapal tersebut berasal dari Ukraina, Meksiko, Filipina, Bulgaria, dan negara-negara lain.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan Washington menyadari situasi ini dan memantaunya dengan cermat. Namun pemerintah AS menegaskan aksi itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

“Kami menuntut pembebasan segera kapal dan awaknya. Kami akan berkonsultasi dengan mitra PBB kami untuk langkah selanjutnya yang tepat,” ungkap juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS dalam sebuah pernyataan.

Al Jazeera melaporkan belum ada bukti yang dikemukakan Israel bahwa Iran berada di balik pembajakan tersebut. Meski begitu, ia menyebutkan sentimen yang tinggi terhadap Israel di Iran seiring dengan serangan ke Gaza kali ini.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine
- Advertisment -
Google search engine