Jumat, Desember 9, 2022
Google search engine

162 Orang Korban Meninggal Gempa Cianjur, 115 Gempa Susulan

Penulis:Ujang Nana

DAERAH, Topinfo.id: Informasi terbaru, korban meninggal gempa di Cianjur, mencapai 162 orang dan 115 gampa susulan. Jumlah tersebut, update BPBD Cianjur, Hingga Senin pukul 20.00 WIB, (22/11/2024).

Diketahui gempa di Cianjur, Jawa Barat, terjadi pada hari Senin siang pukul 13.21.10 WIB, (21/11/2022). Selain 162 orang yang meninggal dunia. Sedikitnya 326 orang luka-luka.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 itu juga membuat sedikitnya 13.784 orang mengungsi. Serta lebih dari 2.000 unit rumah dan bangunan yang rusak akibat gempa Cianjur.

BMKG menyatakan gempa yang berada di 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur. Gempa tersebut, tidak berpotensi tsunami.

BMKG menyatakan gempa tersebut, merupakan gempa darat sehingga berpotensi merusak, yang terjadi di kedalaman 10 kilometer.

115 Gempa Susulan

Sementara itu gempa susulan di Cianjur mencapai lebih 100 gempa dan menimbulkan korban meninggal gempa. Hingga Senin malam pukul 24.00 WIB, BMKG stasiun Bandung mencatat ada 97 kali gempa susulan.

Teguh Rahayu selaku kepala Stasiun BMKG Bandung mengatakan, update susulan gempa bumi Cianjur 5.6 magnitudo. Hingga pukul 22 November 2022 pukul 00.00 WIB, terjadi 97 gempa dengan terbesar tinggi getaran 4.2 dan terkecil 1.5 magnitudo,” ujar Rahayu.

Lalu dari 00.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari tadi. BMKG Wilayah 2 melalui Twitter resminya menyebut terjadi sembilan kali gempa susulan. Sedangan pada Selasa (22/11/2022) pukul 05.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 115 gempa.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang. Serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami juga mengimbau, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa susulan,” ungkap Rahayu.

“Jika akan ada warga yang tetap tinggal di dalam rumah, harap untuk diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Serta tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbuhnya.

Sementara itu gempa bumi yang terjadi di Cianjur disebut bersumber dari aktivitas Sesar Cimandiri. Pusat gempa bumi pada umumnya memiliki struktur berupa dataran bergelombang. Perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak pada bagian tenggara gunung api Gede.

Hendra menyebut sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan tersebut pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Kemudian pada struktur perbukitan terdapat bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan dan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Dapatkan update berita terbaaru setiap hari dari Topinfo.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Topinfo News Update", caranya klik link https://t.me/topinfoid_update, kemudian klik join.

Bagikan artikel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments